Tindak Lanjut MoU, Dharma Wanita Kota Kediri Belajar Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Seven Cleanthing Kelurahan Ngronggo
- Jul 11, 2026
- Wahyu Widodo Purnanto
Kediri, 8 Juli 2026 – Komitmen yang telah dibangun melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Kediri dan Bank Sampah Seven Cleanthing Kelurahan Ngronggo mulai diwujudkan melalui aksi nyata. Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, rombongan Dharma Wanita Kota Kediri melaksanakan kunjungan edukatif ke Bank Sampah Seven Cleanthing untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini merupakan implementasi salah satu poin dalam kerja sama yang telah disepakati, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah melalui pembelajaran langsung di Bank Sampah Seven Cleanthing Kelurahan Ngronggo.
Setibanya di lokasi, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur pelayanan bank sampah secara menyeluruh. Edukasi dimulai dari proses pendaftaran sebagai anggota bank sampah, tata cara penyetoran sampah, teknik pemilahan berdasarkan jenis material, proses penimbangan, hingga pencatatan hasil tabungan sampah. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis sampah yang dapat diterima oleh Bank Sampah Seven Cleanthing sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta menyaksikan secara langsung praktik pengelolaan sampah yang telah diterapkan oleh Bank Sampah Seven Cleanthing.
Ketua Bank Sampah Seven Cleanthing, Ibu Suprihatin, turut memperkenalkan berbagai produk hasil inovasi pengolahan sampah yang selama ini dikembangkan bersama para anggota. Beragam karya kreatif dipamerkan sebagai bukti bahwa sampah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Beberapa hasil karya yang menarik perhatian peserta di antaranya batik ecoprint berbahan pewarna alami dari dedaunan, eco enzyme yang dimanfaatkan sebagai cairan serbaguna ramah lingkungan, ecobrick yang dibuat dari sampah plastik untuk dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi sederhana, serta berbagai produk kreatif lainnya yang lahir dari semangat pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui sesi berbagi pengalaman tersebut, Ibu Suprihatin menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah bank sampah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya sampah yang terkumpul, tetapi juga oleh konsistensi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah dan kemauan untuk terus belajar mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Bank Sampah Seven Cleanthing Kelurahan Ngronggo tidak hanya berperan sebagai tempat pengumpulan sampah, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Berbagai inovasi yang dikembangkan menjadi inspirasi bagi komunitas maupun organisasi lain yang ingin menerapkan konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan dan Bank Sampah Seven Cleanthing semakin erat serta mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat belajar, berbagi pengalaman, dan menjaga kelestarian lingkungan diharapkan dapat menjadi budaya bersama dalam mewujudkan Kota Kediri yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Redaksi KIM Sumber Makmur Kelurahan Ngronggo